Siklus…

Sebenarnya aku hanya menulis blog ini waktu berada di dalam black mood…

Aku heran yah dengan mereka yang tetap on fire everyday…

Pernah aku liat istrinya baim yang mantan puteri Indonesia itu memberi pengakuan tentang suaminya, “He is never weak, dia selalu strong.”

Wah itu beda banget sama saya yang memiliki siklus mingguan, atau maksimal 2 minggu sekali.

Strong 5 hari, 2 hari berikutnya ambruk

Bagaimana ya mengatasi siklus kelelahan mingguan?

Sepertinya aku memerlukan jawaban

Leave a Comment

Filed under Uncategorized

Saya Laki-Laki, Saya Nggak Punya Obeng

Seharian bersih-bersih, males rasanya, karna terlalu banyak yang harus dibereskan. Dari celana dalem yang berceceran, ikan hias yang kelaparan, rumput jepang yang tak beraturan, dan cucian perkakas yang menumpuk. Kebingungan mana dulu yang harus dikerjakan, dan akhirnya tidak mengerjakan apapun adalah keputusan yang lebih baik.

Jam dinding mati semua kehabisan batrei. Kipas angin kotor, sejak beli blum pernah dicuci. VCD ngadat. Kompor gas blum dipasang selang. Ini saatnya aku harus menunjukkan bahwa aku laki-laki.

Menurut tradisi nenek moyang kerjaan laki-laki bukanlah mengepel lantai, cuci piring, melihara bunga, atau mengelap kaca. Konon katanya lelaki itu seharusnya betulin genteng bocor, mengaduk semen, memasang saluran listrik, dan pekerjaan keras lainnya.

Hari ini aku pengen jadi lelaki. Semua perabot elektronik yang rusak kuperbaiki sendiri. Namun, eh…ternyata aku nggak punya obeng. Sudah 5 tahun tinggal di rumah sendiri masih nggak punya obeng juga. Dan setelah kupikir peralatan lambang kejantanan lainnya pun aku nggak punya, dari palu, gergaji, martil, apalagi cangkul dan sabit.

Aku bertanya kepada diriku sendiri: apakah selama ini aku laki?

Kemudian muncul pertanyaan awal: apakah sebetulnya standar dari seorang lelaki?

Banyak orang berlelucon, “Akhirnya gua menunjukkan bahwa gue laki” sambil menunjuk istrinya yang sedang mengandung. Secara tidak langsung orang itu menetapkan standar bahwa kelelakian ditunjukkan melalui kemampuan berhubungan seks dan spermanya mampu membuahi sel telur. Saya berpikir pendapat ini kurang tepat. Kemampuan berhubungan seks dan ‘membuahi’ hanyalah menunjukkan bahwa seorang itu jantan, namun bukan berarti ia laki-laki.

Menurut Alkitab laki-laki tidak pernah menunjuk pada seorang yang harus bisa bekerja kasar, atau kelelakian tidak pernah menunjuk pada ‘kejantanan’. Lelaki diciptakan lebih dahulu dari wanita karna ia adalah pemimpin rumah tangga. Pemimpin berarti penunjuk arah, dan pelindung. Hari-hari ini gerakan emansipasi sering kebablasan dan menggantikan posisi laki-laki dalam kepemimpinan rumah tangga. Memang haruslah demikian jika perempuan berkiprah di luar rumah sebagai pribadi yang setara dengan lelaki. Namun lelaki sejak awal diciptakan untuk memimpin rumah tangga, menunjukkan arah dan melindungi.

Saya pikir saya nggak perlu merasa nggak laki jika ngga punya obeng. Saya harusnya malu jika nggak bisa menjadi penunjuk arah dan pelindung. Jika saat ini saya belum menikah paling tidak saya harus bisa memimpin diri sendiri ke arah kemajuan kehidupan bagi kesenangan Tuhan. Saya laki-laki, saya pemimpin.

Leave a Comment

Filed under Uncategorized

Toleransi (John Piper)

Beberapa hari ini saya aktif dalam organisasi pelayanan harmonisasi antar umat beragama. Saya berpikir cukup lama tentang dasar pelayanan saya ini sebagai orang Kristen Injili, atau sering juga disebut orang fundamentalis. Akhirnya saya menemukan sebuah filosofi yang baik dari seorang ‘radikal’ Amerika Serikat bernama John Piper yang cukup menjadi dasar perjuangan harmonisasi ini. Tulisan John Piper ini dikutip dari buku “Brothers we are not profesional” hal 11:

“Waspadalah untuk tidak menggantikan toleransi yang didasarkan pada kebenaran sejati dengan toleransi yang didasarkan pada profesionalisme palsu. Pada masa lalu, toleransi merupakan satu bentuk otoritas yang melindungi para penganut kepercayaan yang berbeda dari tindakan saling membinasakan. Itu adalah prinsip yang menjunjung tinggi kebebasan beragama, melebihi keyakinan beragama yang dipaksakan. Itu didasarkan pada kebenaran bahwa keyakinan yang dipaksakan, pada hakikatnya bukanlah keyakinan. Inilah toleransi yang sejati.

Tetapi toleransi profesional model baru pada zaman ini, menyangkali adanya pertentangan keyakinan; setiap keyakinan dianggap sebagai pelengkap bagi keyakinan yang lain. Itu bukan hanya mengutuk upaya memaksakan keyakinan beragam, tetapi juga mempertanyakan signifikansi dari ide tentang keyakinan beragama. Itu didasarkan pada keyakinan bahwa tak satu pun keyakinan beragama layak menyatakan diri sebagai yang lebih benar dibandingkan yang lain. Dengan jalan demikian, kesetaraan damai diantara para profesional dapat dipertahankan dan tak seorang pun perlu menderita aniaya akibat menjadi batu sandungan demi salib.”

Mengertikan arti dari kata-kata ini. Selamat mengiring Kristus, selamat memberitakan Injil damai sejahtera, dan selamat bertoleransi. Gbus

Leave a Comment

Filed under Uncategorized

Apa Saja Tujuan Anda? (Charles R. Swindoll)

Jika uang adalah objek hidup kita, kita pasti hidup dalam ketakutan akan kehilangan uang yang membuat kita menjadi paranoid dan curiga.

Jika ketenaran adalah tujuan kita, kita akan menjadi kompetitif, tidak membiarkan orang lain mengalahkan kita yang membuat kita menjadi iri hati.

Jika kekuasaan dan pengaruh yang menjadi mesin penggerak kita, kita menjadi orang yang mementingkan diri sendiri dan memaksakan kehendak yang membuat kita menjadi sombong.

Dan jika harta yang menjadi allah kita, kita menjadi materialistis, tidak pernah merasa cukup yang membuat kita menjadi serakah.

Semua pengejaran itu berkebalikan dengan wajah yang sukacita dan puas.

Leave a Comment

Filed under Uncategorized

Aku Bersyukur Karna Aku Laki-Laki dan Akan Menikah dengan Perempuan

Mengapa laki-laki jarang depresi, kutipan dari “prison break” Mark Corner.

Mengapa pria jarang mengalami depresi:

- Gaya rambut yang sama bertahan bertahun-tahun bahkan mungkin puluhan tahun;

- Pembicaraan di telepon hanya berlangsung sekitar 30 detik;

- Montir mobil mengatakan kepada anda hal yang benar;

- Pekerjaan yang sama, gaji lebih;

- Gaun pengantin 5000 dolar, tuksedo 100 dollar;

- Satu suasana hati sepanjang waktu;

- Liburan selama lima hari hanya membutuhkan satu koper;

- Anda bisa membuka sendiri semua stopless anda;

- Anda mendapat pujian lebih hanya dengan sedikit tindakan yang penuh perhatian;

- Jika seseorang lupa mengundang Anda, ia tetap menjadi teman anda;

- Harga pakaian dalam anda hanya 8,95 dollar untuk tiga pak;

- Anda hanya harus mencukur wajah dan leher;

- Anda tidak harus berhenti dan memikirkan kemana harus memutar mur pada sebuah baut;

- Anda dapat memotong kuku anda dengan sebuah pisau saku;

- Anda dapat melakukan belanja natal bagi 25 anggota keluarga pada tanggal 24 Desember dalam 25 menit.

Maka saya bersyukur menjadi laki-laki, dan lebih bersyukur lagi akan menikah dengan perempuan. Bersyukurlah menjadi laki-laki karena memiliki methode berpikir yang simpel, dan bersyukurlah menjadi perempuan karena diberi kemampuan berpikir secara complicated. Salam semangat!!

Leave a Comment

Filed under Uncategorized

Our Lord Hand…

Apa yang kau alami kini mungkin tak dapat engkau mengerti

Satu hal tanamkan di hati indah semua yang Tuhan bri

Tuhanku tak akan memberi ular beracun pada yang minta roti

Cobaan yang engkau alami tak melebihi kekuatanmu

Tangan Tuhan sedang merenda suatu karya yang agung mulia

Saatnya kan tiba nanti kau lihat pelangi kasih-Nya

Leave a Comment

Filed under Uncategorized

Mengubah Nilai

Hari ini dapet email lewat yahoo:

Teman-teman penulis terciiiintaaaa

Semoga liburan Natal ini memberi kebahagiaan tersendiri kepada Saudara sekalian dan keluarga.

SELAMAT HARI NATAL !

Tuhan kita yang baik kiranya akan melimpahkan berkat dan damai sejahtera kepada kalian.

Kami muat foto sarasehan kita di SB yang akan terbit bulan ini ya.

PESAN NATAL:

Hahaha… Hohoho… TUGAS TULISAN untuk kemuliaan Tuhan Yesus jangan lupa dikirim kepada kami… walaupun Natal kami tetap bekerja lho. hehehe… supaya tidak terima “gaji buta.”

Walaupun saya jauh di sana… setiap hari check e-mail dan menulis di waktu senggang….liburan dan bekerja… dua-duanya dapet.

PENULIS TUNAS MUDA KE ATAS… tugasnya kesedikitan jadi belum dikerjakan ya. Begitu juga Penulis SIL… tugasnya kedikitan ya? Hehehe… jangan marah sama bu Susie yang suka nagih pekerjaan. Maklum… apapun kritikan untuk SM dan SIL jatuhnya ke bu Susie soalnya… ihik-ihik-ihik  … tolong agar saya jangan dikritik … TERIMA KASIH kepada Sdr2 yang sudah mengirim tulisannya.

Tuhan memberkati kita semua… To God be the glory!!!

Salam dari USA

Bu Susie

Ya begitulah email yang dikirim oleh ibu Susie, koordinator Sekolah Minggu Nasional Gereja Baptis Indonesia. Email ini dikirim melalui milis penulis Sekolah Minggu. Saya adalah salah satu terdakwa dari surat ini yang belum mengirimkan hasil tulisan yang seharusnya sudah harus disetor selambat-lambatnya akhir bulan November. Dan sekarang sudah tanggal 16 Desember tentunya sudah sangat terlambat dan saya belum mengerjakan sedikitpun tugas itu.

Seperti yang sudah saya sepakati oleh saya dengan diri saya sendiri bahwa nilai hidup saya adalah loving God, loving others, integrity & creativity. Untuk nilai yang pertama, kedua, dan ketiga saya pikir tidak ada masalah, hanya perlu diasah saja untuk melakukannya. Tapi saat menerima email ini saya berpikir untuk nilai hidup saya yang keempat: Kreatif. Untuk apa juga saya mengejar kreativitas tanpa disiplin.

Jika saya berada disisi Bos maka saya akan lebih memilih mempercayakan tugas kepada karyawan yang biasa-biasa saja namun disiplin, tepat waktu, dan dapat diandalkan daripada karyawan yang cerdas nan imaginatif namun malas dan tidak dapat menyeleseikan tugas tepat waktu.

Saya berpikir bila hidup saya yang seperti ini akan saya teruskan maka saya akan kehilangan banyak kesempatan dan kepercayaan orang yang tentu nilainya sangat mahal. Akhirnya saya mengubah nilai hidup saya menjadi: Loving God, Loving Others, Integrity, & Excellent Working. Semoga saya tidak mengingkari nilai hidup saya yang sudah saya sepakati dengan diri saya sendiri ini. Wassalam

Leave a Comment

Filed under Uncategorized